Semalam, saat mau sholat magrib terdengar suara SMS dari Nomor yang saya gak kenal, isinya :
"Hai kawan2 lama, ada waktu tgl 8 sore? Founder/deklarator kita kumpul bareng yuk. Tempat belum dibicarakan, yang penting waktunya ok. Cc : Founder/deklarator. Hendrik Permajaya"
Langsung terbesit di pikiran saya, nomor siapa yah ?? dengan kalimat kawan lama, berarti saya dan dia itu pasti kenal dan pasti ini ada hubungannya dengan TC125, sebuah klub motor yang saya miliki dimana saya pernah berkecimpung disana dan sms itu ditujukan kepada saya selaku founder (katanya....)
Iyaa... Sebuah klub motor khusus untuk thunder 125 dengan nama Thunder 125 Community (TC125).
Berawal dari pemilik suzuki thunder 125 saling mencari informasi di internet, maka dibuat suatu milis untuk menampung berbagai informasi mengenai thunder 125. Selama beberapa bulan ngobrol di internet akhirnya teman-teman sepakat untuk kumpul bareng, kalau di internet itu namanya kopi darat (kopdar).
Akhirnya mereka sepakat untuk berkumpul di Taman Surapati, di awal 2005 (kalau ga salah februari). Saat itu, sabtu
pagi di taman surapati, dari beberapa orang yang berencana datang akhirnya hanya 7 orang yang dapat hadir dimana saya salah satunya.Ilwan, melihat kondisi di taman surapati yang kurang begitu nyaman (panas saat siang) lalu mengajak kami untuk maen ke kantornya di kawasan kuningan. Disana lah kami sedikit ngobrol "sersan" mengenai rencana buat klub dengan nama awal Suzuki Thunder Mailing List (STML).
Saat itu lah, menjadi tonggak kesepakatan bagi anak-anak milist untuk menciptakan perkumpulan. Pro kontra nama, aturan, bentuk klub/komunitas terus menjadi obrolan kami di milist dalam beberapa minggu setelah kopdar itu.
Sebulan setelah itu, dibuat suatu kesepakatan penggunaan nama menjadi TC125 dengan bentuk komunitas (bukan klub) dan disahkan dengan turing perdana ke Puncak (25 maret 2005), namun sayaangg......
Saya ga bisa ikut waktu itu, ada senior di kantor yang membutuhkan bantuan untuk mengejar deadline pekerjaannya sebagai konsultan. Yaa... karena saya masih baru di kantor dan butuh banyak pengalaman, maka terpaksa saya tidak bisa turing perdana tersebut. Turing perdana tersebut diikuti oleh 12 orang,
naaahhh......... entah siapa yang memberikan nama atau istilah, ke 12 orang itu disebut sebagai "DEKLARATOR" sedangkan ke 7 orang yang melakukan kopdar perdana disebut "FOUNDER".
3 tahun bersilang, TC 125 sudah menjadi komunitas motor terbesar saat ini dan mungkin sudah bisa setara dengan seniornya yaitu Suzuki Thunder Club (STC) atau bahkan Honda Tiger Mailing List (HTML). TC 125 yang sudah terdiri dari berbagai chapter di Indonesia dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan benar2 membuat saya bergetar dan beban mental saat berkendara dengan motor saya, karena saya harus menanggung nama sebuah klub besar di jalan raya, saya harus menjaga nama tersebut dengan selalu menerapkan safety riding.
btw... safety riding itu apaan sich ?? (nanti lah saya buat penjelasannya tersendiri............)
kembali ke Founder ?? mungkinkah nama itu layak buat saya, yang tidak berperan apa-apa untuk kemajuan TC dimana saya cuman aktif selama 1 tahun. Bagi saya itu ga layak, saya cuman seorang anggota yang kebetulan satu visi saat itu dimana orang belum peduli mengenai thunder 125.
Saat ini, ketika sudah banyak peduli dan membesarkan TC... sebaiknya saya hanya menjadi pengamat yang tetap setia dengan klub dimana saya pernah ikut menciptakannya, karena saya tak berpengalaman dalam hal organisasi dan klub motor.......
RSS Feed (xml)