Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, April 06, 2009

Aya Naun

Setelah hampir lama tidak buka blog, akhirnya bertambah lagi kisah yang cuku menarik untuk ditulis.

Berbagai pertanyaan, masih selalu terbayang dalam pikiran


Entah kenapa, udah 1 semingu lebih berlalu tapi tidak pernah bisa masuk akal alasan yang terucap olehnya.
What is your Mind ??

Mungkin semua ini karena salah gue, baik beberapa sikap dan perbuatan gue yang tanpa gue sadari hal itu sangat mengganggu pikirannya.
What's happen with you ??

Orang terdekat dianggap beban, orang yang baru dekat pun dianggap olehnya anugerah.
Why you doing that ??

Pilihan jatuh ke tempat yang baru dan meninggalkan posisi lamanya yang sudah didudukinya hingga 4 tahun.
Why you choosing that choice ??

Really, I dont know what happen with U... Where is your heart n your mind... About 4 year you choosing me n know you forgot every thing about us.

Life is a Journey................... Just Follow it !!

Rabu, Oktober 29, 2008

Who's The Founder


Semalam, saat mau sholat magrib terdengar suara SMS dari Nomor yang saya gak kenal, isinya :
"Hai kawan2 lama, ada waktu tgl 8 sore? Founder/deklarator kita kumpul bareng yuk. Tempat belum dibicarakan, yang penting waktunya ok. Cc : Founder/deklarator. Hendrik Permajaya"


Langsung terbesit di pikiran saya, nomor siapa yah ?? dengan kalimat kawan lama, berarti saya dan dia itu pasti kenal dan pasti ini ada hubungannya dengan TC125, sebuah klub motor yang saya miliki dimana saya pernah berkecimpung disana dan sms itu ditujukan kepada saya selaku founder (katanya....)


Iyaa... Sebuah klub motor khusus untuk thunder 125 dengan nama Thunder 125 Community (TC125).
Berawal dari pemilik suzuki thunder 125 saling mencari informasi di internet, maka dibuat suatu milis untuk menampung berbagai informasi mengenai thunder 125.
Selama beberapa bulan ngobrol di internet akhirnya teman-teman sepakat untuk kumpul bareng, kalau di internet itu namanya kopi darat (kopdar).

Akhirnya mereka sepakat untuk berkumpul di Taman Surapati, di awal 2005 (kalau ga salah februari).
Saat itu, sabtu pagi di taman surapati, dari beberapa orang yang berencana datang akhirnya hanya 7 orang yang dapat hadir dimana saya salah satunya.
Ilwan, melihat kondisi di taman surapati yang kurang begitu nyaman (panas saat siang) lalu mengajak kami untuk maen ke kantornya di kawasan kuningan. Disana lah kami sedikit ngobrol "sersan" mengenai rencana buat klub dengan nama awal Suzuki Thunder Mailing List (STML).


Saat itu lah, menjadi tonggak kesepakatan bagi anak-anak milist untuk menciptakan perkumpulan. Pro kontra nama, aturan, bentuk klub/komunitas terus menjadi obrolan kami di milist dalam beberapa minggu setelah kopdar itu.
Sebulan setelah itu, dibuat suatu kesepakatan penggunaan nama menjadi TC125 dengan bentuk komunitas (bukan klub) dan disahkan dengan turing perdana ke Puncak
(25 maret 2005), namun sayaangg......

Saya ga bisa ikut waktu itu, ada senior di kantor yang membutuhkan bantuan untuk mengejar deadline pekerjaannya sebagai konsultan.
Yaa... karena saya masih baru di kantor dan butuh banyak pengalaman, maka terpaksa saya tidak bisa turing perdana tersebut. Turing perdana tersebut diikuti oleh 12 orang,

naaahhh......... entah siapa yang memberikan nama atau istilah, ke 12 orang itu disebut sebagai "DEKLARATOR" sedangkan ke 7 orang yang melakukan kopdar perdana disebut "FOUNDER".


3 tahun bersilang, TC 125 sudah menjadi komunitas motor terbesar saat ini dan mungkin sudah bisa setara dengan seniornya yaitu Suzuki Thunder Club (STC) atau bahkan Honda Tiger Mailing List (HTML). TC 125 yang sudah terdiri dari berbagai chapter di Indonesia dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan benar2 membuat saya bergetar dan beban mental saat berkendara dengan motor saya, karena saya harus menanggung nama sebuah klub besar di jalan raya, saya harus menjaga nama tersebut dengan selalu menerapkan safety riding.

btw... safety riding itu apaan sich ??
(nanti lah saya buat penjelasannya tersendiri............)

kembali ke Founder ?? mungkinkah nama itu layak buat saya, yang tidak berperan apa-apa untuk kemajuan TC dimana saya cuman aktif selama 1 tahun. Bagi saya itu ga layak, saya cuman seorang anggota yang kebetulan satu visi saat itu dimana orang belum peduli mengenai thunder 125.

Saat ini, ketika sudah banyak peduli dan membesarkan TC... sebaiknya saya hanya menjadi pengamat yang tetap setia dengan klub dimana saya pernah ikut menciptakannya, karena saya tak berpengalaman dalam hal organisasi dan klub motor.......

Selasa, Oktober 28, 2008

Sumbar (part 2)

Hari Kedua....

Tgl 18 Agustus 2007, dijemput kembali di hotel jam 9. Rute kali ini adalah Danau Singkarak, Danau diatas bawah, batu batikam, batu sangkar, istana pagaruyung, istana siliduang bulan. Perjalanan yang cukup panjang dan pasti melelahkan.

Mengingat kejadian sebelumnya, maka hari persiapan pun menjadi maksimal. Tolak angin cair pun dipersiapkan untuk menghadang ganasnya perjalanan, tidak lupa pula pesanan tempat duduk spesial di samping supir menambah indahnya perjalanan.

Jam 10an, tiba di pesisir Danau Singkarak, Danau yang begitu luas namun terkesan tidak terawat dan sangat beda dengan pemandangan danau di Maninjau.
Dari Singkarak, menuju istana pagaruyung, tapi sayaanggg......
saat itu, istana sudah rata dengan tanah karena terjadi kebakaran dasyat sebulan sebelumnya. Karena waktu sudah masuk dzuhur, maka kami sholat di Masjid Nurul Amin, melewati istana pagaruyung. Jepret-jepret dikit dan langsung ke Istana Silinduang Bulan.
setelah itu.....


Capek ahh... liat-liat fotonya aja deehh.
hehehehe....












Sampai hotel kembali jam 8 malam...
Capek.............

"Sumbar" t'lah ku Jelajahi


Sumatera barat... Sudah lama saya mau bercerita tentang indahnya daerah ini. Kenangan yang tak terlupakan dimana saat tugas luar kota saya dapat menikmati pemandangan alam yang begitu indah selama 2 hari berturut-turut keliling sumatera barat.

"The Best Lake in Indonesia Only at West Sumatera"

Tepatnya tanggal 17 Agustus 2007 jam 8.00 dijemput di hotel Bumi Minang, Padang. Jadwal hari itu menuju Bukit Tinggi, dengan melewati Danau Maninjau dan naik ke kelok 44.

Dengan menggunakan mobil Maven, terdiri dari 6 orang penumpang yaitu 4 pria dan 2 wanita. Saat itu saya duduk dibelakang karena ajakan teman, saya benar2 tidak tahu kalau perjalanan begitu jauh dan berkelok dengan driver bergaya pembalap.
Dan.....................
Uweeekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk..................
Keluarlah semua jenis makanan yang masuk, benar2 malu saat itu tapi apa boleh buat untung aja mobil bisa menepi di jalan untuk mencari tempat pembuangan dan saya minta pindah tempat duduk kedepan. hehehe.....

Jam 11 an, tiba di danau Maninjau lalu mampir ke rumah makan dan mendrop para wanita sedangkan pria harus sholat jumat di masjid singkarak.

Jam 1 an, kita makan siang di rumah makan di pinggir danau Maninjau, setelah itu berangkat naik via kelok 44 dimana jumlah keloknya itu 44 dan
banyak monyet disana.



Jam 3, sampai di bukit tinggi, mampir ke Ngarai Sianok melihat jurang yang indah lalu mampir ke Jam Gadang dan berpose like "Garfiel" (pernah nonton filmnya kan?).
Makan malam di Sate Syakur, baru tahu kalau sate padang itu gede2 ga kayak di Jakarta,
seuprit..........
Sampai hotel kembali jam 9 malam.
Ini sebagian foto-fotonya :












Hari kedua....
To be Continued........